Keluarga Besar SMK Dwija Praja Berkunjung Ke Panti Asuhan YP Antik Buaran

Keluarga besar SMK Dwija Praja Pekalongan berkunjung ke Panti Asuhan YP Antik Buaran pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 pagi. Kunjungan ini dalam rangka silaturahim ke panti asuhan tersebut sekaligus mengantarkan santunan kepada anak yatim piatu.

Sekitar pukul 7.30 WIB rombongan mulai berangkat menuju panti asuhan dengan mengendarai kendaraan roda empat dan sebagian lainnya mengendarai kendaraan roda dua. Perjalanan ke lokasi relatif lancar karena masih pagi sehinnga lalu lintas terlihat sepi dan jarak ke lokasi panti asuhan yang tidak terlalu jauh. Kami tiba sekitar pukul 08.15 WIB. Setibanya di lokasi sudah   ada rombongan mahasiswa Fakultas Hukum IAIN Pekalongan yang tiba lebih dahulu. Sampai di lokasi, pihak tuan rumah memberikan kesempatan pertama kepada keluarga besar SMK Dwija Praja untuk memasuki ruangan pertemuan yang sudah disiapkan. Saat memasuki ruangan, rombongan kita disambut dengan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dilantunkan oleh pihak tuan rumah khusus oleh anak yatim piatu yang sudah siap menyambut rombongan.

Dalam ruang pertemuan kami bertatap muka langsung dengan pengurus, para ustad, dan anak yatim piatu. Salah seorang perwakilan pengurus YP Antik mengawali pembukaan sekaligus memberikan sambutan serta menyampaikan kalau sebenarnya segenap pengurus yayasan panti asuhan masih dalam keadaan berduka cita karena Bapak H. Abdul Ghoni selaku Ketua Yayasan, kurang lebih 1 (satu) bulan yang lalu telah meninggalkan kita untuk menghadap Allah SWT, harapan dan doanya semoga semua amal ibadah almarhum selama hidup dalam membina yayasan ini dapat mendapatakan pahala yang setimpal. Dalam kontek kunjungan silaturahim keluarga besar SMK Dwija Praja, beliau memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian teman-teman sekolah ini kepada panti asuhan, lebih-lebih ini dilakukan di  dalam bulan Muharam tepatnya 10 Muharam dan pada masa Pandemi Covid 19. Kegiatan yang dilakukan ini sangat mulia karena bagi siapa yang memuliakan anak yatim piatu ini, insya Allah mudah-mudahan di angkat derajatnya dan dimasukkan dalam surga-Nya Allah SWT. Aamiin.

Sementara dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Dwija Praja Pekalongan (Bapak H. Kadaryono, S.Pd) pada kesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bersilaturahim. Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa tujuan kedatangannya bersama teman-teman adalah semata-mata untuk silaturahim sekaligus untuk menyampaikan amanah teman-teman Guru dan Karyawan SMK Dwija Praja untuk memberikan bantuan santunan kepada anak-anak yatim piatu. Meskipun tidak terlalu besar santunan yang bisa kami berikan, namun besar harapan kami ini dapat bermanfaat dan dapat membahagiakan anak-anak yatim piatu yang ada di panti asuhan ini dan semoga kegiatan yang serupa ini dapat berlanjut secara periodik pada kesempatan lainnya, insya Allah.

Setelah acara sambutan dari kedua belah pihak dilanjutkan dengan acara penyerahan paket santunan kepada anak-anak yatim piatu yang ada di panti asuhan sejumlah 17 orang sedangkan sebagian besar lainnya ada di rumah bersama keluarga yang masih ada.

Mengingat masih ada sisa waktu maka pengurus memberikan kesempatan untuk menyampaikan hal-hal yang sekirannya ingin disampaikan dari pihak rombongan keluarga besar SMK Dwija Praja. Pada sesi atau kesempatan ini, pengurus sempat menyampaikan bahwa anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, juga mendapatkan pendidikan formal mulai dari tingkat TK sampai ada yang sudah kuliah. Selama masa pandemi ini kegiatan sekolah formal memang tidak tatap muka langsung namun dilakukan secara daring dari masing masing sekolah ana-anak, cuman soal tugas-tugas pelajaran secara daring ini sempat disinggung agak terkendala. Mendengar penjelasan ini, salah satu rombong dari SMK Dwija Praja sempat mengutarakan kira-kira kendala apa yang ada dalam membantu anak-anak yatim piatu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah secara daring, sebut seorang peserta guru yang hadir. Jika kendalanya barang kali berhubungan dengan penggunaan aplikasi daring yang digunakan maka pihak SMK Dwija Praja Pekalongan siap membantu untuk memberikan semacam workshop atau pelatihan seperti pernah dilakukan dengan SMP/MTs yang lain, namun dari hasil penjelasan oleh pengasuh, dijelaskan sejauh ini tidak ada kendala yang berkaitan dengan aplikasi, tapi kendalanya berkaitan dengan keterbatasan dari pengasuh untuk mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas-tugas daring. Sebab aplikasi yang digunakan hanya whatshapps dan video pembelajaran. Mendapatkan penjelasan itu, pihak SMK Dwija Praja merasaka tidak bisa memberikan solusi karena ini berhubungan dengan internal dari yayasam YP Antik sendiri.

Mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, maka sesi pertemuan diakhiri dan kami rombongan keluarga besar SMK Dwija Praja berpamitan karena memang waktu yang diberikan kepada rombongan sampai pukul 09.00 WIB sementara di luar masih ada rombongan lain yang masih menunggu.

Semoga kegiatan ini memberikan keberkahan kepada kedua belah pihak wabil khusus kepada anak-anak yatim piatu baik yang ada di panti asuhan maupun yang ada di rumah-rumah keluarganya yang masih ada namun masih dalam pengasuhan YP Antik tersebu. Aamiin.